Diberdayakan oleh Blogger.

Hendi Prio Santoso : PGN Bersama Pemda Pekanbaru

Perusahaan Gas Negara dalam rangka mewujudkan penggunaan energi baik di Indonesia kali ini mengajak pemerintah daerah Pekanbaru untuk membangun jaringan transportasi gas ke berbagai wilayah di Kota Pekanbaru, hal ini untuk memberikan hasil yang efisien dan efektif dalam rangka penyedian energi baik bagi seluruh masyarakat.

Direktur Utama  PGN Hendi Prio Santoso menjelaskan kerja sama pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi di wilayah Kota Pekanbaru merupakan komitmen PGN sebagai BUMN yang terus aktif dalam mendukung upaya konversi energi di seluruh Indonesia.



Selengkapnya:



Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGN) memantapkan langkah untuk mendukung program pemerintah merealisasikan konversi energi dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi, dengan menggandeng Pemkot Pekanbaru.

Direktur Utama  PGN Hendi Prio Santoso menjelaskan kerja sama pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi di wilayah Kota Pekanbaru merupakan komitmen PGN sebagai BUMN yang terus aktif dalam mendukung upaya konversi energi di seluruh Indonesia.

Selain wilayah Pekanbaru, sebelumnya PGN menyelesaikan pipanisasi gas bumi di Tanjung Uncang Panaran di Batam, Kepulauan Riau sepanjang 18 kilometer yang diresmikan Menteri ESDM Sudirman Said akhir Januari 2015.

"Catatan positif dalam pembangunan infrastruktur PGN selama ini adalah mewujudkan energi nonfosil yang ramah lingkungan, murah, dan terjamin pasokannya bagi industri serta dan segmen lainya, seperti sektor transportasi, rumah tangga dan bisnis," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3).

PGN, sambungnya, berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan energi gas bumi di berbagai wilayah di Indonesia baik melalui moda pipa maupun nonpipa. Kami berharap dengan kerja sama ini, perekonomian di wilayah Pekanbaru dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.

Kota Pekanbaru sebagai kawasan yang terus berkembang, sangat membutuhkan pasokan energi bagi sektor  industri, rumah tangga, transportasi dan bisnis.

Sebagai kota modern seperti Pekanbaru secara perlahan mulai meninggalkan ketergantungannya pada energi  fosil dan beralih pada energi gas bumi yang murah, ramah lingkungan, aman, dan berkesinambungan.
Kerja sama PGN dan Pemkot Pekanbaru melingkupi beberapa hal, antara lain pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi, kerja sama konsultasi teknik, keuangan dan administrasi terkait dengan pembangunan infrastruktur.

Kerja sama juga melingkupi penyusunan studi kelayakan, analisis dampak lingkungan, penyediaan pasokan gas bumi terutama yang berasal dari wilayah Kota Pekanbaru dan bentuk kerjasama lain yang potensial dilakukan oleh para pihak terkait.

Seluruh pembangunan infrastruktur disesuaikan dengan kebutuhan industri dan sektor transportasi. Apalagi, menurut Dirut PGN, korupsi tidak ditolerir sedikit pun dalam organisasi PGN melalui penguatan nilai-nilai dan budaya perusahaan. Dengan demikian, gerak laju PGN  dapat menghasilkan kinerja dan performa terbaiknya,dengan biaya yang efisien. 

Hal ini sejalan dengan roadmap pemberantasan korupsi 2012-2023 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dimana sektor pangan, energi dan pajak menjadi prioritas.

Sumber: 
http://industri.bisnis.com/read/20150331/44/417980/pgn-gandeng-pemkot-pekanbaru-bangun-jaringan-gas

Hendi Prio Santoso Calo Gas Terhadang Kode Etik

Kegiatan percaloan dalam bisnis sangat merugikan, sehingga perlu ada peraturan yang menghilangkan peluang aktifitas itu terjadi. Perusahaan gas negara mencanangkan "Zero Tolerance Corruption" yang akan menjadi nilai dan budaya perusahaan menuju perusahaan dengan tata kelola management yang lebih baik. 


Semangat Zero Tolerance Corruption menjadi budaya bersih dalam melakukan tata kelola di PGN.

Kode etik yang memiliki semangat "Zero Tolerance Corruption" akan diterjemahkan ke dalam kode etik yang menjadi panduan kegiatan sehari-hari di PGN, sehingga tidak ada celah untuk korupsi dan calo. "Zero Tolerance Corruption" merupakan tekat melawan praktik-praktik negatif di perusahaan.

Baca juga : Hendi Prio Santoso - Korupsi Dihadang Kode Etik

Selengkapnya: 

http://www.antaranews.com/berita/485065/pgn-wujudkan-zero-tolerance-corruption

Hendi Prio Santoso - Korupsi Dihadang Kode Etik

Perusahaan Gas Negara {PGN} demi meningkatkan kualitas peruasahaan membangun budaya dan nilai-nilai perusahaan agar dapat terus bekembang dan berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia. Melalui "Zero Tolerance Corruption" PGN bertekad menjadi salah satu BUMN yang produktif dan bebas korupsi. 

Baca juga : Hendi Prio Santoso Calo Gas Terhadang Kode Etik

Selengkapnya:

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai salah satu BUMN kini membangun budaya dan nilai-nilai perusahaan, berupa semangat "zero tolerance corruption" (toleransi nol korupsi) dan mewujudkan budaya dan nilai-nilai perusahaan serta prinsip tata kelola perusahaan.


Hendi Prio Santoso - Korupsi Dihadang Kode Etik

PGN bebas korupsi dengan kode etik yang dibangun sebagai budaya perusahaan.

"PGN telah menyusun kode etik karyawan yang diterbitkan sebagai "Kode Etik Karyawan" dan "Kode Etik Pimpinan"," kata  Dirut PGN Hendi Prio Santoso dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Menurut Hendi, catatan positif bagi PGN dalam membentuk prosedur dan peraturan terkait dalam interaksi mereka (Karyawan dan Pimpinan-red) dengan para pemangku kepentingan adalah termuat dalam Kode Etik.

"Hal ini dengan memberikan panduan praktis tentang cara menangani konflik kepentingan, korupsi, suap, gratifikasi, manajemen informasi dan lain-lain. Melalui kode etik ini pula," katanya.

Hendi menambahkan, calo gas tidak dapat memiliki kesempatan untuk bertemu dan berhubungan dengan karyawan maupun pimpinan PGN.

Pada sisi lain, selama tahun 2014 PGN mencatatkan pendapatan neto sebesar USD 3,41 miliar naik 13,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 3,00 miliar.

Laba operasi sebesar USD 982,06 juta naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 933,35 juta dan EBITDA sebesar USD 1,16 miliar naik 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu USD 1,12 miliar. Selama tahun 2014 PGN membukukan laba bersih sebesar USD 722,75 juta.

Kunci dari ini semua selain sikap profesionalisme dari seluruh awak perusahaan PGN, juga kuatnya komitmen dari pucuk pimpinan atas toleransi nol korupsi.

Ini menjadi sikap ketegasan Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, korupsi tidak dibenarkan terjadi dan tidak dimungkinkan terjadi di PGN, melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya perusahaan yang kuat.

Oleh karena itulah PGN mengembangkan budaya perusahaan berbasis prinsip-prinsip kolektif yang disebut sebagai "ProCISE atau Professionalism, Continuous Improvement, Integrity, Safety dan Excellent Service

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/485065/pgn-wujudkan-zero-tolerance-corruption

Hendi Prio Santoso - PGN Program Sayang Ibu

Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa Program PGN Sayang Ibu diluncurkan untuk mempercepat penyaluran gas bumi ke rumah tangga. “Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemanfaatan gas bumi merupakan solusi yang paling tepat. Sebagai energi baik, gas bumi sangat aman, murah dan ramah lingkungan, sangat cocok untuk energi keluarga Indonesia,” kata Hendi di Jakarta, Selasa (25/3). 


Selama puluhan tahun PGN beroperasi, belum pernah ada laporan mengenai kecelakaan yang terjadi pada pelanggan rumah tangga. Dari sisi harga, gas bumi PGN lebih terjangkau. Sebagai perbandingan, sebuah rumah tangga yang menggunakan satu tabung elpiji 12 kilogram dengan harga sekitar Rp 100.000, bila menggunakan gas bumi PGN hanya membayar kurang lebih Rp 40.000. Dengan penghematan tersebut, maka industri rumahan juga akan sangat tertolong dan berkembang. Selain itu gas bumi juga produk nasional dari dalam perut bumi Indonesia. Ini berbeda denga elpiji yang sebagian besar masih diimpor.

Rumah tangga adalah pelanggan terbesar PGN. Saat ini PGN melayani sekitar 100 ribu pelanggan rumah tangga. Dalam rangka program pemasangan satu juta unit rumah tangga itu, tahun ini PGN mengidentifikasi penambahan sekitar 10 ribu sambungan baru di wilayah Jabodetabek. Jumlah tersebut bisa bertambah secara signifikan apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak yang memungkinkan PGN mempercepat penyediaan infrastrukturnya.  

Mulai dari masyarakat, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, baik itu dalam hal kemudahan perijinan maupun kepastian alokasi gas bumi. “Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi katalis utama bagi percepatan pemerataan penggunaan gas bumi bagi masyarakat,” kata Hendi Prio Santoso. 

Rumah tangga adalah salah satu sektor pelanggan PGN. Sektor lainnya adalah industri, komersial, usaha kecil seperti warung bakso, pempek dan lainnya. Penyaluran gas bumi ke pelanggan baru baik itu ke rumah tangga maupun industri dan usaha keci.

Baca juga : Hendi Prio Santoso - Catatan Bantuan PMI

Hendi Prio Santoso - Catatan Bantuan PMI

Direktur Utama, Hendi Prio Santoso, menjelaskan, bertambahnya populasi penduduk Indonesia telah mendorong berbagai masalah kesehatan juga meningkat, termasuk penyediaan darah dan air bersih di masyarakat. Oleh sebab itu, sebagai BUMN PGN akan terus berkontribusi secara langsung terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.   

“Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, diantaranya melalui penyediaan darah dan air bersih merupakan tanggungjawab kita bersama. Melalui kerjasama dengan PMI, PGN berharap dapat menjadi bagian dari solusi bangsa dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan masyarakat di Indonesia,” kata Hendi usai penyerahan bantuan kepada PMI di kantor PGN, Jakarta, Rabu (22/1).



Rencananya, bantuan mobil donor darah dan mobil tangki air bersih dari PGN ini akan didistribusikan oleh PMI ke sejumlah daerah yang membutuhkan di Indonesia. Diantaranya ke Serang, Gresik, Semarang, Gunung Kidul, Bekasi, Palembang, Surabaya, Medan  dan Lampung.

Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla sangat mengapresiasi komitmen dan konsistensi PGN dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Berbagai program bantuan yang telah diberikan PGN telah memberikan dampak penting bagi PMI dalam menjalankan program-program kesehatan, terutama dalam penyediaan darah di berbagai wilayah Indonesia.

Setiap tahun kebutuhan darah terus meningkat, rata-rata mencapai sekitar 4 juta kantong. Dengan adanya tambahan fasilitas bantuan seperti yang diberikan oleh PGN ini, PMI dapat menjangkau lebih banyak pendonor darah, sehingga ketersediaan darah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terus meningkat.

Baca juga: Hendi Prio Santoso - PGN Program Sayang Ibu